Setiap pagi, sebelum bel sekolah berbunyi, petualangan saya sudah dimulai di dapur rumah. Sebagai seorang ibu dan juga pendidik, hidup saya adalah rangkaian transisi antara menyiapkan sarapan dan menyiapkan materi ajar. Terkadang melelahkan, namun di situlah saya menemukan makna terdalam dari kata pengabdian dan cinta.
Dapur dan Kelas Sebagai Ruang Belajar
Ada kesamaan menarik antara mengurus rumah tangga dan mengelola kelas: keduanya membutuhkan kesabaran luar biasa. Di dapur, saya belajar tentang presisi dan waktu, sementara di kelas, saya belajar tentang keberagaman karakter manusia. Keduanya saling memperkaya perspektif saya dalam menjalani hari sebagai perempuan mandiri.
Menemukan Waktu untuk Diri Sendiri
Di tengah hiruk pikuk agenda sekolah dan urusan domestik, sangat penting untuk memiliki momen refleksi pribadi. Menulis di jurnal ini adalah cara saya untuk 'pulang' sejenak dan menjernihkan pikiran dari rutinitas yang padat. Keseimbangan ini bukan tentang membagi waktu secara rata, melainkan tentang hadir sepenuhnya di mana pun kita berada.
Semoga setiap langkah kecil yang kita ambil, baik di rumah maupun di sekolah, menjadi berkah bagi orang-orang di sekitar kita.
